Dalam sebuah majelis di atas mimbar, Drs. Ma’arif Jamuin, M.Si., Mudir Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq UMS (mabas) mengarahkan kepada mahasantri akan pentingnya meningkatkan kemampuan diri terkait penyampaian ilmu kepada khalayak. Mengingat setiap lulusan mabas memiliki misi pengemban dakwah dimanapun dia berada, dan proses kemahiran penyampaian dakwah tentu harus dilatih sedari dini.
Dikarenakan fokus pembelajaran yang diberikan di mabas adalah pendalaman bahasa arab dan ilmu-ilmu agama Islam maka mudir meminta setiap mahasantri siap untuk maju tampil di atas mimbar dengan terampil berbahasa arab.
Menilik arahan tersebut, mabas membuat program paktek kultum berbahasa arab yang dilakukan oleh mahasantri. Adapun tema materi yang disampaikan dalam kultum diarahkan mudir agar menilik kepada tema-tema materi yang terdapat pada website www.binbaz.org.sa.
Website tersebut diambil sebagai acuan supaya mahasantri bisa mencari literatur keagamaan yang terpercaya, tidak mendasar kepada sumber-sumber yang tidak kredibel. Website www.binbaz.org.sa dirasa merupakan situs yang memuat ilmu-ilmu agama yang diterima oleh berbagai kalangan dan kevalidan materinya bisa dipertanggung-jawabkan.
Tujuan yang ingin diraih dari program pelatihan kultum adalah melatih sikap dan gaya mahasantri dalam penyampaian khutbah, mulai dari sikap pribadi saat berbicara, pengambilan momen yang tepat antara membaca materi dan memandang para jamaah, hingga mahir mengukur kesiapan lingkungan saat akan dimulainya khutbah. Kesiapan lingkungan ini dapat berupa kesiapan perangkat sound system, atau peralatan dokumentasi, atau kondisi jamaah itu sendiri.
Pelatihan program kultum ini tentunya diharap menjadikan pengalaman tersendiri bagi mahasantri sebagai momen awal da’i sebelum terjun ke masyakarat umum dan menghadapi segmen yang lebih luas.
Kultum mahasantri mabas dilakukan setelah penunaian ibadah shalat dhuhur berjamaah, bertempat di masjid mabas. Penampilan terbaik kultum berbahasa arab oleh mahasantri diunggah di media sosial mabas.

