Mabas Komitmen Berkontribusi Aktif, Mudir Hadiri Rakornas Ma’had Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Se-Indonesia

Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Ma’had Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia pada 18–20 September 2025. Kegiatan ini dihadiri para direktur Ma’had, pimpinan perguruan tinggi, serta pengurus pusat Muhammadiyah, dengan tema “Optimalisasi Peran Strategis Ma’had dalam Pengembangan Tata Kelola Pendidikan, Dakwah, dan Kemanusiaan yang Unggul dan Berkemajuan di Indonesia”.

Rakornas dibuka secara resmi oleh Sekretaris Majelis Diktlitbang PP Muhammadiyah, Prof. Ahmad Muttaqin. Acara diawali sambutan Ketua Komite Pengawas Ma’had PTMA, Abd Basith, Lc., M.Pd.I., serta Rektor Unismuh Makassar, Abdul Rakhim Nanda. Hadir pula pendiri Asia Muslim Charity Foundation (AMCF), Syeikh Dr. Mohd. MT Khoory.

Dalam sambutannya, Abd Basith menegaskan Rakornas ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi forum strategis untuk evaluasi dan perumusan arah baru Ma’had PTMA. Pemilihan Makassar sebagai tuan rumah dinilai tepat karena Ma’had Al-Birr Unismuh telah menjadi model nasional hasil kerja sama dengan AMCF.

Prof. Ahmad Muttaqin menekankan pentingnya kaderisasi dalam keberlanjutan Muhammadiyah. Dengan 163 PTMA, lebih dari 56 asrama, serta 400 pesantren, Ma’had dinilai menjadi pilar regenerasi ulama. Alumni Ma’had kini berkiprah di berbagai bidang, mulai birokrasi, akademik, hingga politik. “Tidak mustahil suatu saat alumni Ma’had menjadi menteri bahkan presiden,” ujarnya.

Rakornas kali ini juga dihadiri oleh Mudir Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Hakimuddin Salim, Lc., M.A., sebagai salah satu perwakilan. Kehadiran beliau menegaskan komitmen Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan tata kelola dan peran strategis Ma’had di tingkat nasional.

Selama tiga hari, peserta mengikuti diskusi panel dan FGD yang membahas tata kelola, kurikulum, kaderisasi ulama, serta kolaborasi sosial dan dakwah. Dari 25 Ma’had yang terdaftar, 22 hadir secara langsung, menghasilkan rekomendasi praktis yang akan dijadikan pedoman nasional Majelis Diktlitbang PP Muhammadiyah.

Rakornas ini diharapkan semakin memperkuat peran Ma’had sebagai pusat kaderisasi ulama, memperkokoh dakwah Muhammadiyah, serta menjadi teladan pengembangan pendidikan Islam berkemajuan di Indonesia.