Mabas Membekali Mahasantri dalam Program Dakwah Ramadhan 1446 H

Ma’had Bahasa Arab dan Ulumul Islam Abu Bakar Ash-Shiddiq (mabas) mengadakan Pembekalan Dakwah Ramadhan diteruskan dengan acara buka bersama masyarakat, Senin (17/3) di Masjid Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Selain diikuti mahasantri putra dan putri ma’had, kegiatan ini turut pula disemarakkan oleh hadirnya masyarakat yang berdomisili di sekitar masjid mabas saat sesi buka bersamanya.

Pembekalan Dakwah Ramadhan diselenggarakan dengan tujuan membekali mahasantri mabas yang nantinya akan terjun berdakwah di tengah-tengah masyarakat selama sepekan dalam bulan Ramadhan ini.

Sesion pertama materi pembekalan berjalan setelah sesi pembacaan tilawah Al Quran dan pengantar dari kepanitian, yang mana materi tersebut diisi oleh Ustadz Shohih Hasan, Lc., M.P.I. mengenai “Bekal Seorang Da’i dan Karakter Da’i”

Ustadz Shohih Hasan memamparkan bahwa modal yang dibutuhkan sebagai da’i tidak hanya pribadi da’i itu sendiri namun memerlukan pendukung lain. “Berdakwah dalam cakupan seminimal apapun, seseorang membutuhkan ilmu”

Sesion kedua materi pembekalan dakwah diisi oleh Mudir Ma’had Abu Bakar Ash Shiddiq UMS, Ustadz Dr. Hakimuddin Salim, Lc.,M.A.. Beliau menjelaskan mengenai program dakwah ini dihidupkan kembali setelah sekian lama tidak terlaksana.

Ustadz Hakim mengatakan “Membangkitkan kembali kejayaan Ma’had Abu Bakar, dan salah satu poin kejayaan kebangkitan dan peran dari Ma’had Abu Bakar yang sudah dirasakan oleh masyarakat adalah adanya program dakwah ramadhan”

Selanjutnya Ustadz Hakim menjelaskan sejarah Ma’had Abu Bakar ketika tiba datangnya bulan ramadhan adalah pengiriman da’i yang terjuh ke tengah masyarakat, hal itu selain tidak hanya sebagai bentuk pencerahan umat, pencerahan bangsa dengan dakwah yang telah dilakukan, namun juga sebagai pelatihan sebagai calon da’i yang mana di masa depan, da’i benar-benar terjun di tengah masyarakat lalu dihadapkan dengan ekspetasi umat yang tinggi terhadap para lulusan mahasantri, masyarakat berharap mendapatkan pencerahan yang perfek dari da’i yang datang.

Lanjutnya Ustadz menambahkan, tidak jarang da’i yang terjun ke tengah masyarakat dirasa gagal memenuhi harapan umat karena kurangnya latihan praktek dakwah, walapun yang bersangkutan adalah lulusan lembaga yang terkenal baik.

Setelah sesion-sesion pembekalan ini, berlanjut acara buka bersama masyarakat sekitar dan kemudian Mudir mabas menutup acara dengan doa permohonan kebaikan kepada Allah Subhaanahu wata’ala.