Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun atmosfer akademik yang unggul dan berwawasan berkemajuan. Pada Kamis, 19 Juni 2025, Bekerja sama dengan unit Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq UMS, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta, sukses menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecture internasional yang bertempat di Masjid KH Mas Mansyur, Kampus 4 UMS. Kegiatan ini mengundang seorang tokoh ulama dan akademisi dari Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, yaitu Dr. Khalid bin Muhammad al-Tsubaiti, yang hadir langsung untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa, civitas akademik dan peserta umum.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Khalid membawakan tema ceramah berjudul: “دَوْرُ اللُّغَةِ العَرَبِيَّةِ وَعِلْمِ الحَدِيثِ في فَهْمِ تَفْسِيرِ القُرْآنِ” yang berarti “Peran Bahasa Arab dan Ilmu Hadis dalam Memahami Tafsir Al-Qur’an”. Tema ini sangat relevan dan penting, mengingat dua disiplin ilmu tersebut merupakan fondasi utama dalam kajian tafsir klasik maupun kontemporer. Dalam penyampaiannya, Dr. Khalid menjelaskan bahwa bahasa Arab bukan hanya sebagai media penyampaian wahyu, tetapi juga sebagai kunci utama dalam memahami kandungan makna ayat-ayat suci Al-Qur’an secara tepat dan mendalam. Struktur tata bahasa, pilihan diksi (lafaz), balaghah (retorika), serta konteks kebahasaan dalam Al-Qur’an semuanya menjadi penentu terhadap penafsiran yang benar.
Dr. Khalid juga menyoroti pentingnya ilmu hadis dalam kajian tafsir. Ia menjelaskan bahwa banyak ayat Al-Qur’an yang penjelasannya datang dari sabda dan teladan Nabi Muhammad ﷺ. Tanpa pemahaman yang baik terhadap hadits, seorang mufassir (penafsir Al-Qur’an) akan menghadapi banyak kesulitan dalam menjelaskan makna yang sebenarnya. Dalam tradisi ulama terdahulu, tafsir bil ma’tsur (tafsir berdasarkan riwayat) sangat diandalkan untuk menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an secara akurat, terutama yang berkaitan dengan hukum, akidah, dan kisah para nabi. Oleh karena itu, Dr. Khalid menekankan bahwa sinergi antara penguasaan bahasa Arab dan ilmu hadits akan melahirkan metode tafsir yang kokoh dan terpercaya.
Kegiatan visiting lecture ini dihadiri oleh lebih dari 150 peserta, yang terdiri dari mahasiswa Program Studi, Unit Ma’had, dosen, serta tamu undangan dari lingkungan fakultas dan universitas dan peserta umum. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari. Aula masjid penuh dengan mahasiswa yang membawa catatan, buku, dan bahkan beberapa mahasiswa asing yang ikut hadir untuk mendalami topik tersebut. Suasana akademik sangat terasa, terutama saat sesi tanya jawab dimulai. Peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada Dr. Khalid, baik dalam bahasa Arab maupun melalui penerjemah. Beberapa pertanyaan menarik muncul dari mahasiswa, seperti bagaimana memahami ayat-ayat mutasyabihat, hingga pendekatan kontemporer dalam menafsirkan ayat sosial.
Tidak hanya menyampaikan ceramah ilmiah, Dr. Khalid juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa untuk terus belajar dan tidak cepat merasa puas dengan pengetahuan yang dimiliki. Ia menekankan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban sepanjang hayat, terutama dalam bidang keislaman yang menuntut ketelitian, kesungguhan, dan keikhlasan. Dr. Khalid juga memberikan dorongan kepada mahasiswa untuk melanjutkan studi ke Timur Tengah, khususnya ke Universitas Islam Madinah, yang telah lama menjadi pusat keilmuan Islam dan melahirkan banyak ulama dunia. Ia menyampaikan bahwa UMS memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan ilmu tafsir dan hadis di kawasan Asia Tenggara.
Dalam sambutannya, dosen perwakilan dari Fakultas Agama Islam UMS menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda internasionalisasi program studi dan kampus. Dengan menghadirkan tokoh-tokoh akademik dari luar negeri, mahasiswa diharapkan dapat membuka cakrawala berpikir secara lebih luas, serta memahami dinamika keilmuan di tingkat global. Selain itu, kolaborasi ini juga menjadi bagian dari penguatan jaringan kerja sama internasional antara UMS dan berbagai institusi pendidikan Islam dunia. Pihak fakultas menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, dan tamu undangan yang telah menyukseskan acara ini, serta berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin ke depan.
Secara keseluruhan, kegiatan visiting lecture ini tidak hanya memberikan pemahaman baru dalam konteks ilmu tafsir, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menumbuhkan semangat akademik dan spiritual di kalangan mahasiswa. Masjid KH Mas Mansyur yang menjadi lokasi kegiatan, turut memberikan suasana yang khusyuk dan religius, mendukung keilmuan dengan nilai-nilai spiritual Islam yang kuat. Banyak mahasiswa yang terlihat mencatat materi, berdiskusi secara informal seusai acara, bahkan beberapa langsung menyampaikan niat untuk memperdalam ilmu hadis dan bahasa Arab lebih lanjut.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Universitas Muhammadiyah Surakarta, khususnya Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, memiliki semangat tinggi dalam membina generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam ilmu, tetapi juga terhubung secara global. Visiting Lecture bersama Dr. Khalid bin Muhammad Al-Tsubaiti menjadi langkah strategis untuk mengukuhkan posisi UMS sebagai kampus yang terbuka, berkemajuan, serta siap menjadi poros keilmuan Islam di kancah internasional.

