Menumbuhkan Cinta Sejati kepada Rasulullah ﷺ

Kajian Kitab Turots pada kesempatan ini membahas kitab Asy-Syamā’il Al-Muhammadiyah karya ulama besar Imam At-Tirmidzi. Kajian tersebut dipandu oleh Ustadz Dr. Mohammad Ilyas, Lc., M.Pd., dengan fokus pembahasan pada pengenalan pribadi Rasulullah ﷺ melalui sifat-sifat fisik dan akhlaknya, diselenggarakan pada setiap hari selasa pekan ketiga.

Kesempatan ini adalah pertemuan perdana pembahasan kitab dan dalam pembukaannya, Ustadz pemateri menyampaikan bahwa mencintai Rasulullah ﷺ merupakan salah satu indikator kesempurnaan iman. “Tidak akan sempurna iman seseorang hingga ia mencintai Rasulullah ﷺ lebih dari dirinya sendiri, keluarganya, dan hartanya,” tegasnya mengutip hadits Nabi. Menurutnya, rasa cinta tersebut hanya dapat tumbuh jika umat Islam benar-benar mengenal pribadi Rasulullah ﷺ melalui riwayat yang benar.

Secara umum, metode bagaimana mendalami sejarah hidup Nabi adalah melalui penggalian ilmu Sirah Nabawiyah, selain Sirah Nabawiyah didapati cabang ilmu lain mengenai diri Rasulullah ﷺ sehingga kita bisa mengetahui sosok pribadi Rasulullah ﷺ secara mendetail. Yang pertama adalah Khashā’is an-Nabī (kekhususan Nabi), kekhususan ini seperti bumi dijadikan tempat shalat, kehalalan harta rampasan perang, di mana pada periode nabi sebelumnya dilarang kepemilikan perampasannya. Yang kedua adalah Mu‘jizāt an-Nabī (mukjizat-mukjizat Nabi), yang paling agung adalah mukjizat Al-Qur’an. Berikutnya Dalā’il an-Nubuwwah (bukti-bukti kenabian), pemaparan bukti-buti kenabian sangat tepat disampaikan kepada Ahlul Kitab (Yahudi–Nasrani) karena ketidak-percayaan mereka akan kenabian Muhammad ﷺ dan apabila ketidak-percayaan kaum Ahlul Kitab terhadap nabi ini bisa terhapuskan, maka segala persoalan yang terjadi di belahan muka bumi ini dapat terselesaikan. Yang keempat adalah Syamā’il an-Nabī (sifat-sifat fisik dan akhlak Nabi), yang sedang dibahas dalam kajian ini.

 

Kajian ini juga mengupas profil Imam At-Tirmidzi, seorang ulama besar ahli hadits yang lahir di wilayah Tirmidz, kini termasuk kawasan Uzbekistan. Ia merupakan murid langsung dari Imam al-Bukhari, Imam Muslim, dan Imam Abu Dawud. Salah satu karya monumental beliau adalah kitab Asy-Syamā’il Al-Muhammadiyah, yang berisi deskripsi lengkap mengenai fisik, akhlak, dan kebiasaan Rasulullah ﷺ.

Dr. Mohammad Ilyas, Lc., M.Pd. menjelaskan, mempelajari Syamā’il merupakan bagian penting dalam mendalami sirah dan menumbuhkan cinta kepada Nabi. “Cinta yang benar melahirkan ketaatan. Tanpa cinta, ibadah terasa berat. Tapi bila hati sudah cinta, ketaatan akan menjadi ringan,” ujarnya.

Dijelaskan pula mengapa ada orang yang membenci Rasulullah ﷺ ? Karena orang tersebut tidak mengenal Beliau Rasulullah ﷺ. Adapun kebencian orang Barat terhadap Nabi berasal dari ketidaktahuan dan jika mereka membaca sejarah dan akhlaknya, mereka pasti berubah dari benci menjadi cinta, sebab Rasulullah ﷺ tidak pernah merugikan siapa pun.

Dalam kajian tersebut dijelaskan pula bahwa Rasulullah ﷺ adalah sosok yang sempurna secara fisik dan akhlak. Beliau digambarkan tidak terlalu tinggi dan tidak pendek, kulitnya cerah, rambutnya bergelombang sedang, dan seluruh gerak-geriknya memancarkan kewibawaan. Namun yang paling menakjubkan, menurut pemateri, adalah akhlak Rasulullah ﷺ yang begitu luhur kepada sesama. “Semakin dekat seseorang dengan Nabi, semakin bertambah cintanya. Tidak ada satu pun manusia yang akhlaknya seindah beliau,” jelasnya. Pemateri menambahkan “Terkadang kedekatan seseorang melunturkan wibawa di mata orang yang dekat tersebut, dan itu tentunya tidak terjadi kepada yang dekat kepada Rasulullah ﷺ”.

Rasulullah ﷺ, lanjutnya, menolak tawaran Quraisy untuk menjadi raja atau orang terkaya, meninggalkan tanah kelahiran demi dakwah, dan bahkan menyimpan doa mustajabnya untuk syafaat umat di hari kiamat. “Inilah bukti cinta sejati beliau kepada umatnya,” tutup Beliau.

Kajian tersebut diakhiri dengan seruan kepada para santri agar terus meneladani keikhlasan, keteladanan, dan kasih sayang Rasulullah ﷺ, serta menjadikan kajian turots sebagai sarana memperkuat kecintaan kepada Nabi dan kemurnian akidah Islam.