Ma’had Abu Bakar UMS Gelar Pembekalan Dakwah Ramadan 2026 dan Buka Bersama Civitas Akademika

Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan “Pembekalan Dakwah Ramadan dan Buka Bersama” pada Selasa (3/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Ma’had Abu Bakar UMS tersebut dihadiri oleh mahasantri, dosen, serta pegawai di lingkungan ma’had.

Acara yang dimulai pada sore hari ini bertujuan memberikan penguatan teknis dan spiritual bagi para peserta dakwah Ramadan, sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara mahasantri dan civitas akademika. Dalam suasana penuh kekhidmatan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan hingga waktu berbuka puasa bersama.

Berdasarkan rundown acara, kegiatan diawali pukul 14.00 WIB dengan pembekalan teknis peserta dakwah Ramadan. Sesi ini difokuskan pada pengarahan teknis lapangan, strategi penyampaian materi, serta kesiapan mental dan keilmuan para dai yang akan terjun ke masyarakat selama bulan Ramadan. Panitia menekankan pentingnya menjaga adab, kesantunan, serta kesesuaian materi dakwah dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah.

Selanjutnya, pukul 14.30 WIB dilaksanakan sosialisasi profil Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq UMS. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemaparan mengenai visi, misi, serta program unggulan ma’had dalam mencetak generasi unggul dalam bidang bahasa Arab dan studi Islam. Pihak pengelola ma’had juga menyampaikan peran strategis mahasantri dalam mendukung dakwah kampus dan masyarakat.

Acara dibuka dengan pembacaan basmalah dan sambutan pembuka yang menekankan pentingnya momentum Ramadan sebagai bulan amal saleh dan penguatan ibadah. Suasana semakin khidmat dengan lantunan tilawah Al-Qur’an yang membacakan Surah Fussilat ayat 30–36, yang di antaranya memuat keutamaan orang-orang yang menyeru kepada jalan Allah.

Dalam sambutannya, pihak pengelola ma’had menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program pembekalan tersebut. Program Dakwah Ramadan dijadwalkan mulai 9 Ramadan hingga akhir bulan Ramadan. Para mahasantri akan diterjunkan ke berbagai lokasi untuk mengisi kegiatan seperti kultum, khutbah Jumat, pengajaran TPA, serta aktivitas dakwah lainnya.

“Program ini bukan hanya bersifat teoritis, tetapi praktik langsung di lapangan. Antum semua sudah memiliki modal ilmu, baik dari hafalan Al-Qur’an, tafsir, maupun pemahaman hadis sesuai manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah,” ujar salah satu pemateri dalam pembekalan tersebut.

Selain membekali aspek materi dakwah, panitia juga menjelaskan teknis pelaksanaan di lapangan. Mahasantri diwajibkan membuat laporan kegiatan dalam bentuk file PDF yang memuat dokumentasi dan catatan aktivitas selama bertugas. Setiap peserta minimal mengirimkan empat dokumentasi kegiatan pada waktu yang berbeda. Laporan akhir dijadwalkan dikumpulkan paling lambat 24 Maret 2026 melalui tautan yang akan dibagikan dalam grup khusus.

Panitia juga menyediakan surat tugas resmi bagi peserta yang membutuhkan, termasuk perlengkapan administrasi untuk mendukung legalitas kegiatan di masjid atau lembaga tujuan. Hal ini ditekankan sebagai bentuk profesionalitas lembaga pendidikan dalam menjaga tertib administrasi.

Menariknya, program dakwah tahun ini mengusung dua misi sekaligus, yakni dakwah ilallah (mengajak kepada jalan Allah) dan dakwah ilal ma’had (memperkenalkan Ma’had Abu Bakar kepada masyarakat). Dalam sesi tambahan, tim media ma’had memaparkan strategi promosi lembaga kepada masjid dan pondok pesantren sekitar tempat tinggal mahasantri.

Setiap peserta akan dibekali brosur ukuran besar untuk ditempel di masjid serta brosur kecil untuk dibagikan. Selain itu, mahasantri juga dapat memanfaatkan materi presentasi (PPT) resmi yang berisi profil ma’had, visi-misi, kurikulum, program unggulan, hingga estimasi biaya pendidikan.

Promosi ke pondok pesantren disarankan dilakukan secara terencana, mulai dari menghubungi pihak pondok terlebih dahulu, membawa surat tugas resmi, hingga menyiapkan konsep sosialisasi secara formal atau semi-formal. Panitia bahkan menyediakan fasilitas pendukung seperti laptop inventaris, mikrofon nirkabel, serta router internet apabila diperlukan.

Kegiatan pembekalan tahap pertama ditutup dengan istirahat dan salat Asar berjamaah, sebelum dilanjutkan sesi materi berikutnya.

Melalui program ini, Ma’had Abu Bakar UMS menegaskan komitmennya dalam mencetak kader dai yang tidak hanya memiliki kapasitas keilmuan, tetapi juga keterampilan komunikasi, manajemen kegiatan, dan tanggung jawab administratif. Ramadan 1447 H diharapkan menjadi ajang pembelajaran nyata bagi mahasantri dalam mengimplementasikan ilmu sekaligus memperluas jaringan dakwah di tengah masyarakat.