Pembekalan Dakwah Ramadhan 2026 : Pentingnya Dakwah dengan Hikmah dan Akhlak

Kegiatan pembekalan bagi para calon dai menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman tentang peran dakwah dalam kehidupan umat. Dalam sebuah sesion acara Pembekalan Dakwah Ramadhan Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq UMS,  yang disampaikan oleh Dr. Hakimuddin Salim, Lc., M.A., peserta diajak memahami bahwa dakwah bukan sekadar aktivitas ceramah atau penyampaian ilmu, melainkan sebuah amanah besar yang harus dijalankan oleh setiap Muslim dengan penuh tanggung jawab.

Dalam pemaparannya, Dr. Hakimuddin Salim menegaskan bahwa kesuksesan dalam pandangan Islam tidak semata-mata diukur dari pencapaian duniawi seperti pendidikan tinggi, jabatan, atau kekayaan. Lebih dari itu, kesuksesan sejati adalah ketika seseorang mampu mengajak orang lain menuju kebaikan serta mencegah kemungkaran. Menurutnya, orang yang tidak hanya memperbaiki dirinya sendiri tetapi juga berusaha memperbaiki orang lain melalui dakwah termasuk golongan yang beruntung.

Ia menjelaskan bahwa nilai dakwah sangatlah besar. Bahkan jika melalui dakwah seseorang mampu menjadi sebab hidayah bagi satu orang saja, hal tersebut lebih berharga daripada berbagai kenikmatan dunia. Oleh karena itu, setiap Muslim didorong untuk memiliki semangat berdakwah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Dalam kajian tersebut juga disampaikan bahwa dakwah bukan hanya tanggung jawab para ulama atau ustadz. Setiap Muslim memiliki kewajiban untuk menyampaikan kebaikan, meskipun dengan pengetahuan yang sederhana. Mengajak keluarga untuk shalat, mengingatkan teman tentang kebaikan, atau mengajarkan anak membaca Al-Qur’an merupakan bagian dari dakwah yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun demikian, Dr. Hakimuddin Salim mengingatkan bahwa dakwah harus dilandasi dengan keikhlasan. Seorang dai tidak boleh menjadikan dakwah sebagai sarana untuk mencari popularitas, pujian, atau kepentingan pribadi. Keikhlasan menjadi fondasi utama agar dakwah yang dilakukan benar-benar bernilai di sisi Allah.

Selain keikhlasan, bekal spiritual juga menjadi faktor penting bagi seorang pendakwah. Ia menekankan bahwa seorang dai harus berusaha memperkuat iman dan ibadahnya. Dakwah yang efektif bukan hanya disampaikan melalui lisan, tetapi juga melalui keteladanan dalam perilaku sehari-hari. Oleh karena itu, seorang pendakwah harus berusaha mengamalkan terlebih dahulu apa yang ia sampaikan kepada orang lain.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hakimuddin Salim juga menyoroti pentingnya akhlak dalam dakwah. Menurutnya, akhlak yang baik merupakan kunci utama agar pesan dakwah dapat diterima oleh masyarakat. Seorang pendakwah harus bersikap ramah, santun, dan menghargai orang lain. Pendekatan yang penuh kelembutan akan lebih mudah menyentuh hati masyarakat dibandingkan dengan cara yang keras atau menyalahkan.

Ia mencontohkan bagaimana Rasulullah dikenal sebagai sosok yang memiliki akhlak mulia bahkan sebelum diangkat menjadi nabi. Kejujuran dan amanah yang dimiliki Rasulullah membuat masyarakat mempercayai beliau. Hal ini menunjukkan bahwa akhlak memiliki peran penting dalam keberhasilan dakwah.

Selain itu, seorang pendakwah juga perlu memahami kondisi masyarakat tempat ia berdakwah. Setiap lingkungan memiliki latar belakang sosial, budaya, dan tingkat pendidikan yang berbeda. Oleh karena itu, pendekatan dakwah harus disesuaikan dengan kondisi tersebut agar pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat.

Dalam ceramahnya, Dr. Hakimuddin Salim juga mengingatkan agar para pendakwah tidak mudah terjebak dalam perdebatan mengenai persoalan khilafiah atau perbedaan pendapat dalam hal-hal cabang agama. Menurutnya, fokus utama dakwah seharusnya diarahkan pada penguatan iman, peningkatan ibadah, dan pembinaan akhlak masyarakat.

Dakwah, lanjutnya, harus dilakukan dengan hikmah, nasihat yang baik, serta dialog yang santun. Pendakwah tidak seharusnya tergesa-gesa memberikan label atau penilaian negatif kepada orang lain. Tugas utama seorang dai adalah mengajak dan membimbing, bukan menghakimi.

Di akhir pemaparannya, Dr. Hakimuddin Salim menegaskan bahwa seseorang tidak perlu menunggu dirinya menjadi sempurna untuk mulai berdakwah. Semua manusia memiliki kekurangan, dan kesempurnaan hanya dimiliki oleh para nabi. Yang terpenting adalah terus berusaha memperbaiki diri sambil tetap menyampaikan kebaikan kepada orang lain.

Melalui kegiatan pembekalan ini, para peserta diharapkan dapat memahami hakikat dakwah secara lebih mendalam serta memiliki kesiapan moral dan spiritual dalam menjalankan tugasnya di tengah masyarakat. Dakwah yang dilakukan dengan ilmu, keikhlasan, dan akhlak yang baik diharapkan mampu menjadi sarana untuk membawa perubahan positif bagi umat.